Pengobatan Insomnia

Untuk mengatasi sulit tidur, harus diketahui dulu penyebab agar pengobatan tepat sasaran. Secara umum penanganan terhadap insomnia dibagi menjadi beberapa cara, yaitu:

1. Perubahan Perilaku (Behaviour Therapy)
Behaviour therapy merupakan terapi lini pertama untuk mengatasi insomnia. Terapi ini terdiri bisa dilakukan dengan membuat kebiasaan tidur yang baik.

Misalnya, dengan membuat jadwal tidur yang teratur, menghindari aktivitas yang dapat membuat Anda tetap terbangun, dan membuat lingkungan yang nyaman untuk tidur.

2. Cognitive Behavioural Therapy
Terapi ini membantu Anda mengontrol atau mengeliminasi pikiran negatif dan rasa khawatir yang membuat Anda tetap terjaga.

3. Teknik Relaksasi
Relaksasi otot dan latihan pernapasan dapat mengurangi gangguan cemas.

4. Stimulus Control Therapy
Terapi ini bertujuan untuk membatasi aktivitas di tempat tidur yang membuat Anda tetap terbangun.

Selain itu, Anda juga akan diminta untuk menjadikan tempat tidur hanya untuk tidur dan melakukan aktivitas seksual.

Bukan untuk membaca, bekerja, menonton TV, atau makan.

5. Pemberian Obat-obatan
Obat-obatan diberikan jika insomnia tidak berhasil diatasi dengan terapi.

Obat tidur hanya boleh diberikan oleh dokter spesialis kejiwaan (psikiater) dan tetap berada dalam pengawasan dokter.

Dokter biasanya tidak merekomendasikan penggunaan obat tidur dalam jangka waktu lama.

Berikut adalah beberapa obat dari gangguan tidur yang mungkin diresepkan dokter:

Doxepin (Silenor)
Estazolam
Eszopiclone (Lunesta)
Ramelteon (Rozerem)
Temazepam (Restoril)
Triazolam (Halcion)
Zaleplon (Sonata)
Zolpidem (Ambien, Edluar, Intermezzo, Zolpimist)
Zolpidem extended release (Ambien CR)
Suvorexant (Belsomra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *